Dampak Buruk Dari Kegemukan / Obesitas Bagi Kesehatan Tubuh



Dampak Buruk Dari Kegemukan / Obesitas Bagi Kesehatan Tubuh
Kegemukan/obesitas adalah suatu kondisi tubuh yang kelebihan lemak dalam tubuh yang terjadi dalam jangka waktu yang lama sehingga menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan.Pada awal abad 21 masalah kegemukan menjadi masalah yang serius di bidang kesehatan dan yang lebih serius lagi, kegemukan/obesitas dapat menurunkan gairah/harapan hidup.

Seseorang dikatakan menderita kegemukan jika Indeks Massa Tubuh ( IMT ) hasil pembagian berat badan dalam ukuran ( kilogram ) dengan kuadrat tinggi badan dalam ukuran ( meter ), lebih dari 30 kg/m2.

Penyebab kegemukan:

Kegemukan disebabkan oleh asupan energi makanan yang berlebihan dan kurangnya aktivitas tubuh, dan masalah genetik, di temukan hanya sebagian kecil kasus kegemukan yang disebabkan oleh masalah genetik. Hanya sedikit bukti yang mendukung pandangan bahwa orang yang gemuk makan sedikit namun berat badannya bertambah karena metabolisme tubuh yang lambat, rata-rata orang gemuk mengeluarkan energi yang lebih besar dibandingkan orang yang kurus karena dibutuhkan energi untuk manjaga massa tubuh yang lebih besar.

Kegemukan dapat kita hindari dengan pola pengaturan makanan (diet ) dan meningkatkan aktifitas tubuh. Kualitas asupan makanan harus kita perhatikan dan dapat diperbaiki dengan mengurangi konsumsi makanan yang banyak mengandung lemak dan gula dengan tingkat yang tinggi, serta dengan meningkatkan asupan serat. Jika di butuhkan obat-obatan anti-kegemukan dapat dikonsumsi untuk mengurangi selera makan atau menghambat penyerapan lemak, disertai dengan asupan diet yang tepat. Apabila diet, olahraga, dan obat-obatan belum efektif, maka balon lambung dapat membantu mengurangi berat badan, atau operasi dapat dilakukan untuk mengurangi volume lambung dan panjang usus sehingga dapat memberikan rasa kenyang yang lebih cepati dan menurunkan kemampuan penyerapan nutrisi dari makanan yang berlebih.

Kegemukan adalah senjata yang paling mematikan bagi penderitanya dan yang paling utama di dunia, dengan catatan pada orang dewasa dan anak yang semakin meningkat, sehingga pihak berwenang ( Pihak Keshatan ) menganggap kegemukan sebagai salah satu masalah kesehatan masyarakat paling serius .Di sejumlah Negara berkembang Kegemukan umumnya merupakan penyakit yang sedang di perangi pada masa ini. Dengan jumlah yang gemuk yang mendominasi adalah kaum pria, berbeda terbalik dengan jumlah yang gemuk di Negara Indonesia yang mendominasi kaum wanita.

Berbagai macam penyakit yang dapat terjadi dari kegemukan,

  • Penyakit diabetes tinkat 2
  • Penyakit jantung
  • Penyakit kanker
  • Penyakit asma
  • Penyakit obstruktif

Melihat catatan dalam sejarah, kegemukan pada tempo dulu merupakan simbol dari kekayaan dan kesuburan, namun di sejumlah negara kepercayaan/pandangan seperti itu masih di pakai sampai sekarang. Menurut badan tinggi di bidang kesehatan ( WHO ),pada tahun 2013 orang dengan masalah kegemukan di dunia mencapai 20 miliar lebih dan suatu prestasi ( bercanda ) Indonesia yang berada di urutan 10 besar dengan jumlah orang kegemukan mencapai 40 juta orang lebih.

Beberapa Faktor Penyebab Yang Dapat Menimbulkan Kegemukan/Obesitas

Di lihat dari individu per individu, kombinasi antara kelebihan asupan energi makanan dan kurangnya aktivitas tubuh dapat menjelaskan sebagian besar kasus kegemukan/obesitas. Sejumlah kecil kasus kegemukan disebabkan oleh faktor genetik. Sebaliknya pada masyarakat, laju kegemukan yang meningkat mungkin disebabkan karena mudahnya mendapatkan makanan dan banyaknya makanan yang enak. Ketergantungan pada sarana transportasi seperti mobil, motor, kereta api, pesawat terbang, kapal laut dan meningkatnya penggunaan mesin untuk proses produksi yang membuat kurangnya aktifitas tubuh.

3 Faktor penyebab utama yang menimbulkan kegemukan/obesitas :

  • Pola Makan
  • Kurangnya aktifitas tubuh
  • Faktor genetik

1. Pola makan
 Sebagian besar kelebihan energi makanan ini menjadi faktor utama dari masalah kegemukan. Meningkatnya konsumsi karbohidrat dan bukan dari konsumsi lemak. Sumber utama karbohidrat yang berlebih ini berasal dari minuman manis, yang saat ini mencapai hampir 25 persen energi makanan harian orang dewasa muda. Di Amerika, keripik kentang Konsumsi minuman manis dipercaya sebagai penyumbang terbesar dari naiknya angka kegemukan.

Kegemukan, seiring dengan meningkatnya ketergantungan masyarakat pada makanan yang padat energi, berporsi besar, dan cepat saji, hubungan antara konsumsi makanan cepat saji dan kegemukan menjadi semakin mendapatkan perhatian Negara Amerika Serikat yang banyak mengkonsumsi makanan cepat saji naik tiga kali lipat dan asupan energi makanan dari makanan ini meningkat empat kali lipat antara 1977 dan 1995.

2. Kurangnya aktifitas tubuh/Malas berolahraga 
Kurangnya aktifitas tubuh mempunyai peranan yang sangat penting dalam terjadinya kegemukan. Di seluruh dunia gaya hidup malas berolahraga dan kecenderungan pergeseran,penurunan pekerjaan yang menuntut aktivitas tubuh yang lebih sedikit, dan saat ini setidaknya 50% populasi dunia tidak melakukan olahraga yang cukup. Ketergantungan akan sumber daya penggunaan transportasi mekanik dan bertambahnya teknologi hemat tenaga fisik yang ada di rumah. Pada anak-anak, penurunan aktivitas fisik tampaknya terjadi karena kurang berjalan kaki dan kurangnya pelajaran olah raga. Kecenderungan dunia dalam mengisi waktu luang secara aktif aktivitas fisik tampak kurang nyata. Organisasi Kesehatan Dunia menyatakan bahwa orang di seluruh dunia kurang mencari kegiatan rekreasi yang melibatkan aktivitas fisik, sementara studi di Negara Finlandia menjelaskan adanya peningkatan dan studi di Negara Amerika Serikat menunjukkan tidak adanya perubahan signifikan dari kegiatan rekreasi yang melibatkan aktivitas fisik.

3. Faktor genetik

Sebagian kasus kecil sejumlah kondisi medis lainnya, kegemukan merupakan hasil perpaduan antara faktor genetik dan faktor lingkungan.Faktor genetik yang mengontrol nafsu makan dan metabolisme merupakan predisposisi terjadinya kegemukan apabila terdapat energi makanan yang cukup. Pada 2006 lebih dari 41 situs ini telah ditautkan dengan terjadinya kegemukan apabila terdapat lingkungan yang sesuai. Seseorang yang memiliki dua rangkap gen yang berhubungan dengan massa lemak dan kegemukan ( gen FTO ) telah ditemukan rata-rata mempunyai berat lebih banyak 2–5 kg dan berisiko mengalami kegemukan 1,57 kali lebih besar dibandingkan seseorang yang tanpa risko. Persentasi populasi kegemukan yang disebabkan oleh faktor genetik cukup bervariasi, bergantung pada populasi yang diperiksa, dan tercatat antara 10% hingga 80% kasus yang di temukan.

Kegemukan pada anak

Indeks massa tubuh ( IMT ) pada anak sehat berbeda-beda bergantung pada usia dan jenis kelamin anak. Kegemukan pada anak dan remaja didefinisikan sebagai IMT lebih dari persentil ke-95. Data referensi yang menjadi dasar persentil ini adalah data dari 1963 hingga 1994, dan dengan demikian belum dipengaruhi oleh peningkatan angka kegemukan akhir-akhir ini. Kegemukan anak telah mencapai proporsi epidemik dalam abad ke-21 , dengan peningkatan baik di dunia maju maupun berkembang. Angka kegemukan di kalangan anak laki-laki Australia telah naik dari 10% pada awal tahun 1980, menjadi lebih dari 35% pada pertengahan tahun 1990, sementara selama periode yang sama angka kegemukan di kalangan anak Argentina meningkat dari 5 hingga 15%.

Kegemukan pada anak biasanya sering berlanjut sampai dewasa, terdeteksi sejumlah penyakit yang meningkat pada anak gemuk misalnya, diabetes, hipertensi, perlemakan hati dan hiperlipidemia.

Pembahasan mengenai dampak buruk dari kegemukan/obesitas bagi kesehatan tubuh manusia, semoga dapat bermanfaat.

Dampak Buruk Dari Kegemukan / Obesitas Bagi Kesehatan Tubuh | Unknown | 5